Banjir Bali 2026: Masyarakat menggunakan peta banjir PetaBencana.id untuk Merespons Secara Real-Time

Bali saat ini menghadapi banjir meluas dan cuaca ekstrem setelah beberapa hari diguyur hujan lebat, angin kencang, dan kondisi cuaca yang tidak stabil di berbagai wilayah. Sejak 22 Februari 2026, curah hujan tinggi telah menjenuhkan sebagian besar wilayah Bali — khususnya Denpasar dan Badung — menyebabkan banjir di setidaknya 26 titik, dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 80 cm di ruas jalan dan kawasan permukiman. Tim penanggulangan bencana dan SAR setempat terus melakukan evakuasi serta respons darurat di tengah hujan yang masih berlangsung.

Di wilayah Kota Denpasar dan kabupaten sekitarnya, otoritas mencatat tidak hanya genangan di jalan dan rumah warga, tetapi juga dampak lanjutan seperti tanah longsor dan pohon tumbang. Di sejumlah lingkungan, kerusakan akibat angin dan luapan sungai semakin memperberat tantangan yang dihadapi warga dan petugas lapangan.

Seiring hujan yang terus-menerus membebani sistem drainase Bali dan menyebabkan genangan signifikan di kawasan seperti Sanur, Renon, Sesetan, dan Legian, warga dan petugas kini memanfaatkan PetaBencana.id untuk melihat dan membagikan kondisi terkini secara langsung, serta membantu menavigasi wilayah terdampak dengan lebih aman.

Dalam situasi banjir yang masih berlangsung ini, PetaBencana.id berfungsi lebih dari sekadar situs informasi. Platform ini menjadi lapisan koordinasi langsung antara masyarakat, petugas tanggap darurat, dan pengambil keputusan.

Ketika warga melaporkan lokasi banjir yang masih aktif, jalan yang sudah tidak dapat dilalui, serta lingkungan yang membutuhkan evakuasi segera, layanan darurat dan tim respon pertama dapat bertindak lebih cepat dan tepat sasaran berdasarkan informasi lapangan yang diperbarui secara real time.

Musim hujan tahun ini — yang umumnya berlangsung dari akhir Desember hingga Februari — membawa curah hujan di atas rata-rata dan cuaca yang lebih volatil. Badan meteorologi memperingatkan bahwa hujan sedang hingga ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 24–26 Februari, sehingga risiko banjir susulan di wilayah dataran rendah dan sepanjang aliran sungai tetap perlu diwaspadai.

Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetap aman, dan terus berbagi kondisi yang Anda lihat melalui PetaBencana.id, agar kita dapat saling membantu dan memperkuat respons bersama di tengah situasi yang terus berkembang ini.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *